Retreat

Retreat
Paskah 7 April 2010

Golden Bridge

Kumpulan ide-ide kreatif yang dibangun untuk membangun masa depan pemuda yang semakin disukai Allah dan manusia.

Jumat, 03 Juni 2011

Kepemimpinan

Pemimpin dan manajer, terutama pemimpin paling atas dan top manajer, merupakan faktor penetu dalam suskses atau gagalnya suatu organisasi dan usaha. Baik di dunia bisnis maupun di dunia pendidikan, pendidikan, kesehatan, perusahaan, religi, social, politik, pemerintahan Negara dan lain-lain. Kualitas pemimpin menentukan keberhasilanlembaga atau organisasinya. Sebab pemimpin dan manajer yang sukses itu mampu mengelola organisasi bisa mempengaruhi secara konstruktif orang lain, dan menunjukkan jalan serta perilaku benar yang harus dikerjakan bersama-sama.
Pemimpin harus mampu mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba, dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan dan sanggup membawa organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.

Rabu, 01 Juni 2011

Prinsip Berkhotbah, Haddon W Robinson

1. Setiap pengkhotbah harus mengerti apa itu berkhotbah. Khotbah dalam pandangan Paulus bukanlah diskusi tentang masalah keagamaan melainkan menyampaikan pesan Tuhan kepada umat-Nya. Paulus mendorong Timotius untuk berseru: beritakanlah Firman (II Tim 4:2), berarti meneriakkan, memberitakan, dan menasehati. Khotbah harus menggerakkan hati pendengarnya, penuh semangat dengan penuh perasaan menyampaikan kabar kesukaan. Pengkhotbah sebagai penyampai pesan mau tidak mau harus menyampaikan Firman Allah yang tidak melenceng dari Alkitab.
Pengkhotbah dituntut untuk mengekspos berita yang ada dalam teks Alkitab, tanpa menggali lebih dalam tentang Firman Tuhan maka Firman yang disampaikan itu tidak jelas kepada pendengarnya. Seorang pengkhotbah harus memahami konteks Alkitab serta menghidupi akan Firman itu serta memiliki pengalaman dalam bergaul dengan Allah. Sebab pesan yang disampaikan pengkhotbah bukanlah berpidato melainkan menyampaikan maksud Allah kepada manusia.
2. Dalam berkhotbah pekerjaan berikut yang harus dilakukan oleh seorang pengkhotbah adalah menentukan ide berkhotbah. Ide besar yang dipilih harus bersifat tunggal di mana ide adalah saringan kehidupan yang mengiktisarkan hal-hal khusus dari pengalaman yang sama dalam hal-hal tersebut dan saling berhubungan. Dalam menentukan sebuah ide, kita harus tahu apa yang seharusnya kita bicarakan. Dan juga tentang apa yang sedang saya katakan, hal-hal inilah yang harus diperhatikan dalam menentukan ide tunggal untuk menentukan apa yang seharusnya disampaikan kepada jemaat.
3. Hal yang tidak kalah pentingnya dalam berkhotbah adalah memilih nukilan atau teks Alkitab. Salah satu hal yang rumit dalam pikiran pengkhotbh adalah memilih nukilan atau teks Alkitab. Seorang pengkhotbah harus merumuskan apa yang harus ia sampaikan selama satu tahun.
4. Prinsip berikut yang harus dipatuhi oleh seorang pengkhotbah adalah mempelajari nukilan atau teks alkitab dan menngumpulkan catatan hasil penyelidikan alkitab. Mencari tahu sejarah, penulisan serta latar belakang nukilan melalui sarana seperti konteks lalu dan masa kini, konkordansi, studi kritis dan tafsiran.
5. Sementara mempelajari nukilan atau teks yang telah dipilih, maka seorang pengkhotbah harus menghubungkan dengan bagian-bagian dalam teks untuk menentukan ide yang dieksegese dan yang telah dikembangkan. Dari hasil studi tersebut maka ada dua hal yang perlu dikerjakan yakni: ide itu menyatakan suatu nukilan yang berkalimat tunggal yang menggabungkan subjek dan komplemen, kedua: menguraikan perkembangan ide dari nukilan tersebut.
6. Setelah menemukan ide yang telah dikembangkan dari ide tunggal yang berasal dari nukilan. Maka ide tersebut dimasukkan dalam tiga ide pengembang. Ide pengembang pertama adalah: apakah ini artinya? Menggali penjelasan, benarkah itu? Menggali keabsahan sebuah teks, dan apa bedanya? Menggali implikasi dan penerapan.
7. Mengenal konteks pendengar kita yang memilii pengalaman dan pengetahuan, maka hal berikut yang harus dipikirkan adalah memiirkan ide hasil eksegese kita dan menyatakan dengan kalimat yang singkat dan beride tunggal.
8. Setelah menentukan kalimat singkat ide tersebut, maka kita mennetukan tujuan khotbah. Tujuan khotbah yang dinyatakan harus mampu diamati dan nilai dengan baik. Tujuan pengkhotbah adalah apa yang diharapkan terjadi pada pendengar sebagai hasil setelah mendengarkan khotbah. Tujuan khotbah terdiri atas, pengajaran doktrin, membuktikan kesalahan dalam perbuatan, memperbaiki kesalahan dan mendidik orang dalam kebenaran. Tujuan yang disampaikan harus bersifat efektif dan mampu mencapai sasaran dengan tepat.
9. Hal berikut yang harus dipegang adalah mempertanyakan bagaimana ide itu harus dipegang untuk menyelesaikan tujuan dalam berkhotbah?.
Setelah menyempurnakan ide yang dikembangkan dalam berkhotbah, maka pekerjaan berikut adalah membuat kerangka khotbah.
- Transisi maksudnya memberi tahu pendengar bahwa pengkhotbah masih terus melanjutkan khotbahnya yakni menyatakan langsung hubungan logis atau psikologis antara pendahuluan dengan isi, poin-poin didalam isi dan kesimpulan.
- Setelah membuat kerangka berkhotbah maka langkah berikut adalah mengisi kerangka khotbah dengan materi-materi pendukung yang menjelaskan, menerapkan, atau menguatkan poin-poin.
- Setelah menyelesaikan penulisan tersebut maka perkerjaan yang berikut adalah menyiapkan pengantar dan penutup khotbah.
Beberapa hal diperhatikan dalam pendahuluan adalah menarik perhatian terhadap ide, membangkitkan kebutuhan, memberikan orientasi kepada jemaat pada bagian isi khotbah perkembangannya.
Prinsip berkhotbah berikut yang diperhatikan adalah gaya berkhotbah atau pemikiran pengkhotbah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengkhotbah dalam menyampaikan khotbahnya adalah memperhatikan bahasa yang dipakai, memperlajari bagaimana orang lain menggunakan bahasa, dan membaca dengan nyaring.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkhotbah supaya jemaat mau mendengarkannya. Dandanan rambut dan pakaian, jemaat merasa nyaman dengan gaya berbusana pengkhotbah serta rambutnya. Membiarkan gerakan tubuhnya bergerak dengan rileks tanpa beban. Menjaga kontak mata dengan pendengar, penyampaian suara, penekanan, tempo, jeda. Hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah umpan balik. Membuat kaset untuk dikritis jemaat untuk menambah wawasan serta efektivitas kerja kita.
Perry Miller berkata, "Ketika ia membuka mulutnya, ia membidikkan sebuah senjata. Ketika ia berbicara, bombardir dimulai. Lebih dari setengah juta orang telah berubah selama pelayanannya. Ia menyebarkan sebuah kebangunan rohani yang telah mengubah sejarah." Kebangunan rohani pada tahun 1830 di Rochester, New York, yang dipimpinnya, membuatnya dikenal sebagai tokoh kebangunan rohani Amerika. Selama masa kebangunan rohani, tindakan Finney yang paling kontroversial adalah mengizinkan wanita untuk memimpin doa selama pertemuan ibadah, menyerukan nama-nama orang berdosa ketika berkhotbah, mereka ditempatkan di depan dan duduk di "bangku kerinduan" agar dapat didoakan, mengadakan pertemuan-pertemuan panjang tanpa perencanaan, dan mengajarkan kemungkinan pemberantasan dosa secara pribadi maupun dalam masyarakat. Finney juga termasuk tokoh yang berjuang untuk penghapusan perbudakan, minuman keras, dan pakaian yang berlebih-lebihan di Amerika Serikat. Khotbah-khotbah ini menjadi alasan isu gerakan reformasi sosial pada abad ke-18 di Amerika.
Ezra Tari

Apakah Etika itu?

APAKAH ETIKA ITU?
Pendahuluan
Dalam dunia yang serba majemuk dan serba cepat ini, manusia setiap hari harus mengambil bermacam-macam keputusan ada yang rutin dan sifatnya sangat menentukan, yang menyangkut bukan hanya pribadinya saja tetapi juga orang-orang lain, yang dalam situasi-situasi tertentu harus menentukan sikap atau tidak. Dan sebeum diputuskan, pertanyaan yang muncul adalah: apakah tindaknan tersebut benar atau salah. Dan bahkan sering dalam sering dalam keadaan seperti ini hati nuranilah yang sering sebagai penentu pengambilan sebuah keputusan, karena sebagian orang menyakini bahwa hati nurani adalah suara dari Sang Ilahi. Akan tetapi perlu diingat bahwa hati nurani seseorang tidak begitu ada dengan sendirinya ketika seseorang dilahirkan, melainkan bertumbuh sesuai dengan kepribadian sesuai dengan kepribadian seseorang. Bertumbuh dalam ini berarti seiring bertambahnyaq pemikiran seseorang seiring dengan itu juga dia semakin mampu menyikapi masalah yang terjadi di sekitarnya. Artinya seseorang perlu memperdalam hikmat dan pengetahuannya untuk mencapai kebenaran yang ideal, agar melalui itu pula hati nurani mendapat pencerahan terutama dalam pengambilan keputusan-keputusan etis.
Pembahasan
Etika dan Moral
Etika berrti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan, ilmu tentang adat kebiasaan (Yunani: ta etha (jamak), adat kebiasaan). Sementara moral (Latin: mores (jamak), kebiasaan adat. Secara etimologi sama saja. Etika barulah menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (baik dan buruk) diterima dalam suatu masyarakat. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.
1. Amoral dan immoral
Inggris: tidak berhubungan dengan konteks moral, etis, non moral = immoral.
2. Etika dan etiket
Etika= moral (absolut), etiket= sopan santun relative). Secara asal-usul tidak ada hubungan
Etika sebagai cabang ilmu filsafat
• Moralitas: dan ciri khas manusia
Moralitas selalu mengandaikan adanya kebebasan
• Etika: ilmu tentang moralitas – yang menyelidiki tingkah laku moral
i) Etika deskriptif
ii) Etika normative
iii) Metaetika (Yunani: melebihi, melampaui. Bahasa ucapan-ucapan etis (etika analitis)
Studi moralitas dapat dibedakan atas dua hal yakni non-filosofis dan filosofis
• Hakekat etika filosofis
Etika dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis metodis dan sistematis tentang tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma, dalam hal ini etika merupakan cabang ilmu dan memang merupakan cabang filsafat yang paling tua.
Pengetahuan yang benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar pula (intelektualisme etis) bergerak di bidang intelektual tetapi objeknya langsung berkaitan dengan praktek kehidupan kita.
Peranan etika dalam dunia modern
Peranan kehadiran etika dalam dunia modern adalah terciptanya pluralisme moral.
Moral dan agama
Bahwa moral sering ditentukan berdasarkan keyakinan agama. Kesalahan moral adalah sebuah konsekuensi rasional.
Moral dan hukum
Undang-undang tidak berarti tanpa moralitas, tetapi bahwa hukum dan moral harus dibedakan; hukum berlaku untuk hal yang lahiriah saja, sementara moral menilai hukum tetapi tidak sebaliklnya.


Pengertian etika
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Namun perlu diingat bahwa tidak semua yang “benar “, “baik” dan “tepat”, mempunyai sangkaut-paut dengan etika.
Perkembangan definisi etika
Berangkat dari pendapat Thrasymachus bahwa keadilan adalah demi kepentingan kelompok yang lebih kuat; yang kuat yang benar (might is right). Selajutnya teori etika lainnya berpendapat bahwa etika berkenaan dengan etnik. Moral yang benar adalah apa yuang dikatakan masyarakat sebagai yang benar. Kemudian Protagoras berpendapat bahwa manusia adalah tolak ukur segala sesuatu. Namun pada perkembangan berikutnya untuk menangkal penadapat itu mengajukan usulan bahwa umat manusia merupakan dasar kebenaran; umat manusia adalah tolak ukur dari segala sesuatu. Aristoteles berteori bahwa moralitas ditemukan dalam keseimbangan. Kebenaran adalah apa yang dikehendaki untuk kebaikannya sendiri. Di kemudian hari Epicurean – hedonis – berpaham bahwa yang membawa kenikmatan secara moral benar, yang membawa kesakitan secara moral salah. Dari pihak Utuilitarianis menganut paham bahwa kebenaran moral berkenaan dengan apa yang membawa kebaikan yang terbesar bagi orang terbanyak dalam jangka panjang. Selanjutnhya muncul lagi penadap bahwa pada dasarnya kebenaran tidak dapat ditentukan. Hingga tiba pada alternanatif final yakni bahwa kebaikan adalah apa yang Allah kehendaki baik.
Etika berbicara tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Tetapi: tdak semua yang harus dilakukan oleh manusia itu adalah persoalan etika. Yang seharusnya di dalam etika adalah: yang benar, yang baik dan yang tepat.
Refleksi pribadi
Etika Protestan bertitik tolak pada Hukum Kasih.
Tujuan mempelajari etika
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

Yulianus Tandisau

Rabu, 02 Maret 2011

Perang Suci

Gagasan tentang perang suci
Atusiasme dan Miskonsepsi
Perang suci istilah ini membakar darah, menggelorakan antusiasme, menghidupkan faktor potensial. Istilah “perang suci” merupakan terjemahan dari kata Arab jihad,yang berarti sebentuk kekerasan diluar pengetahuan tentag ketatanegaraan dan bahkan perang sebagaimana lazimnya:terorisme, polarisasi politik, kudeta agamawan, mujahidun, tentara jihad.1 Wright berkesimpulan bahwa perang suci islam adalah ancaman terbesar bagi status quo di timur tengah.2
Tujuan perang suci adalah harus suci(dan tidak ada tujuan yang lebh suci slain agama), bahwa perang ini dilakukan atas perintah Tuhan dan pertolongan Tuhan, bahwa peserta perang harus beriman dan musuh tentulah kafir, bahwa perang itu dilakukan tanpa ampun. (Bainton 1960, 148). Dalam islam, Robin Wright menggambarkan jihad itu sebagai perang salib versi islam. Makna jihad secara fundamental bukanlah perang melainkan upaya eras ruhani “dijalan Allah”(mis QS 22:78). Kaum isslam ketika diperintahkan untuk berperang dalam Alquran ditulis qital (perang) bukan jihad dari kata yang sama QS2:190: perangilah {qatilu}dijala Allah orang yang memerangin kamu (bnd QS 4:91-93).3
Sepuluh makna perang suci :
Perang suci adalah peang yang dilakukan atas perintah Tuhan. Konsepsi islam tentang jihad adalah sebagai sebagai awaban atas perintah Tuhan kepada umat manusia untuk tundu kepadaNya tanggapan ini tidak melibatkan perintah mengangkat senjata.
Perang suci adalah perang yang dilakuan atas nama Tuhan oleh wakilNya yang mendapat otoritas.
Perang suci adalah perang yang dilakukan oleh Tuhan sendiri.
Perang suci adalah perang yang dilakukan untuk membela agama dari gangguan musuh agama dari luar maupun dari dalam.
Perang suci adalah perang yang dilakukan untuk mendakwakan agama yang benar atau menegakkan tatanan social yang segaris dengan otoritas Tuhan.
Perang suci adalah perang yang dilakuakan agar agama diaati atau menghukum penyimpangan.
Perang suci adalah perang dimana partisipannya itu sendiri memiliki “kesucian” ritual dan moral.
Perang suci sebagai perjuanga militant membela agama dengan megangkat senjata dan dengan cara non kekerasan.
Perang suci adalah perang dibawah kepemimpinan religius.
Perang suci sebagai fenomena yang diakui selama atau setelah sebagai “mukjizat mutlak”.4
Musuh-mush yang harus diperangi dengan melancarkan serangan adalah
Musuh, orang yang harus diperangi adalah orang kafir yaitu merea yang tidak percaya kepada Allah.
Diantara musuh, hanya kaum pria dewasa yaitu mereka yang telah melewati masa remaja.
Sarana untuk melukai musuh dibatasi dengan dua cara : dengan larangan berbuat curang dan berkhianat.

oleh Admin PPGT Jem Ria

deuite

DE-U-I-TE
Cerita tentang anak tikus yang sedang bersembunyi dikegelapan dipojok rumah tua, mereka hanya berdiam diri menunggu mama tikus pulang membawa makanan, kadang-kadang mama tikus membawa serpihan hamburger hangat karena sempat menyelinap ditong sampah disamping Mc Donald, adakalanya dapat potongan paha ayam dari KFC, tapi kalau sedang diadakan kerja bakti missal maka yang sempat mampir kerumah bang miun paling untung membawa sisa-sisa duri ikan asin, sungguh hidup yang membosankan, dan hanya menunggu nasib, lalu ada seekor anak tikus cerdas mencetuskan sebuah gagasan revolusiaoner : hai saudara-saudara sebangsa setanah tumpah darahku, kalau sepanjang hari kita hanya menunggu dan menunggu hingga mama pulang membawa makanan, kita tidak pernah tahu bagaimana luasnya dunia luar rumah ini, katanya dunia luar penuh makanan yang lezat dan barang-barang yang elok, mengapa kita tidak sekali-kali menyelinap keluar mengukur luasnya dunia ini.
Tetapi ingat pesan mama jangan sekali-kali kita keluar rumah karena diluar banyak anjing atau kucing nanti kamu kena cekal, tilang, garuk, razia, macam-macam deh cegah anak tikus soleh dan berdisiplin.
Tetapi yang namanya aturan akhirnya dilanggar juga dan keluarlah anak-anak tikus beriringan melihat dunia luas, ketika sampai diluar aduh alangkah silaunya dan teriknya lampu merkuri raksasa yang menyorot dari atas itunmemanggang semua dibawahnya dan merekapun segera berlarian kebingungan mencari perlindungan, untung ada sebuah pohon besar yang baik hati memberikan keteduhan dengan daun-daunnya yang rimbun.
Cepat-cepat kemari nak berlindunglah diantara akar-akarku jangan tinggal diluar nanti disambar elang rakus atau gagak kelaparan dan berceritalah sang pohon yang diatas sana itu dilangit biru bukan lampu raksasa itu adalah sang matahari, ia yang paling berkuasa dialam raya ini, ia yang memberi hidup pohon-pohon seperti aku, menumbuhkannya dari biji kecil hingga menjadi pohon yang tinggi menggapai awan tetapi ia juga yang membuat pohon-pohon layu mati kekeringan.
oleh Ezra Tari

Kamis, 17 Februari 2011

SAKRAMEN BAPTISAN

Cara Baptisan
Pembaptisan dilakukan dengan air, namun ada berbagai-bagai cara yang masing-masing tergantung pada denominasi gerejanya. Yang paling umum pembaptisan dilakukan dengan memercikkan air di kepala oleh seorang pastor (romo) atau imam, yang mengucapkan formula, "Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin."
Gereja Katolik Roma dan banyak aliran di kalangan Gereja Protestan mempraktekkan baptisan anak karena mereka meyakini bahwa Yesus mengundang anak-anak untuk datang kepadanya (lih. Injil Markus 10:13-16, dll.).
Namun ada pula gereja-gereja yang hanya membaptiskan orang dewasa yang telah mengaku percaya, mis. Gereja-gereja Pentakosta dan Gereja Baptis. Biasanya gereja-gereja ini juga mempraktekkan baptisan selam. Dalam hal ini, pendeta bersama calon baptisan masuk ke dalam sebuah kolam dan kemudian orang yang dibaptiskan itu diselamkan ke dalam air.
Bebrapa Penelusuran
Baptis merupakan langkah pertama dan utama menjadi seorang Kristen. Baptis merupakan sakramen. Artinya, “bahasa isyarat” dari Tuhan. Bahasa isyarat seringkali berbicara lebih kuat dari bahasa-bahasa lain manapun. Sebab bahasa isyarat sifatnya universal. Dalam sakramen, Tuhan mempergunakan benda-benda biasa seperti air, roti, minyak dan juga tindakan-tindakan tertentu untuk berbicara secara langsung kepada jiwa kita. Tidak seperti bahasa isyarat lainnya, bahasa isyarat Tuhan mempunyai kuasa untuk mengubah orang yang menerimanya.
Bahasa Isyarat Tuhan
Mengejutkan bahwa bahasa isyarat dalam Sakramen Baptis bukan hanya air, tetapi juga tindakan mencelupkan atau menenggelamkan. Ketika kalian mencelupkan sesuatu ke dalam suatu cairan, maka entah cairannya atau sesuatu yang kalian celupkan itu akan berubah. Misalnya, jika kalian mencelupkan sepotong kain yang terkena noda ke dalam cairan pencuci, maka cairan tersebut akan melenyapkan noda yang menempel pada kain. Kita semua dilahirkan ke dalam dunia yang telah ternoda oleh ketidakacuhan dan ketamakan. Itulah yang disebut “Dosa Asal”.
Dalam Sakramen Baptis, air dituangkan atas kita. Hasilnya sama. Kita secara perlahan-lahan dilebur menjadi satu dalam Kristus, namun kita tidak kehilangan identitas pribadi kita. Kita mempersatukan hidup kita dengan hidup-Nya. Kita menjadi bagian dari-Nya dan Ia menjadi bagian dari kita. Pembaptisan hanyalah merupakan awal dari suatu proses sepanjang hidup untuk bersatu dengan Yesus. Hendaknya kita tidak hanya mempersatukan diri dengan-Nya secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual juga. Doa, membaca Kitab Suci dan menerima sakramen-sakramen merupakan bagian dari proses tersebut.
Dengan kata lain, Baptis bukan hanya sekedar upacara belaka. Baptis merupakan awal dari usaha sepanjang hidup untuk berubah agar dapat bersatu dengan Yesus. Tujuan akhirnya adalah kita akan berbagi hidup dan kuasa dengan-Nya di dunia ini dan kelak selama-lamanya di surga.
Asal Mula Sakramen Baptis
Apabila kita berbicara tentang pembaptisan, biasanya pikiran kita langsung tertuju kepada Yesus. Baptis sendiri sesungguhnya sudah ada lama sebelum Yesus. (Tetapi, Ia mengubahnya dan memberinya kuasa baru!).
Asal Mula Pembaptisan Menurut Kitab Suci
Berabad-abad sebelum Kristus, umat dalam Perjanjian Lama percaya bahwa segala bentuk kontak dengan dunia luar mencemarkan mereka. Sebelum mereka boleh makan atau berdoa, terlebih dahulu mereka harus membersihkan diri. Hal ini tampak nyata ketika mereka berdoa pada hari Sabat.
Orang-orang Yahudi wajib membersihkan diri mereka dalam suatu kolam ritual yang disebut mikveh. Kolam tersebut harus diisi dengan air yang mengalir (kadang-kadang disebut “air hidup”) dan mereka harus menenggelamkan diri sepenuhnya ke dalam air. Mereka juga memerlukan seseorang untuk menjadi saksi dalam upacara ini. Kaum pria wajib melakukannya setiap hari Jumat malam, sementara kaum wanita melakukannya hanya sebulan sekali. Banyak orang Yahudi yang saleh masih melakukan praktek ini.
Pembaptisan Yesus
Yohanes Pembaptis - sepupu Yesus - mengajarkan bahwa orang tidak perlu melakukan ritual pembasuhan diri setiap minggu. Ia mengatakan bahwa satu kali upacara pembersihan diri saja sudah cukup untuk mempersiapkan diri bagi kedatangan sang Juruselamat, asalkan mereka mengubah cara hidup mereka yang lama.
Baptisan Yohanes hanya merupakan simbol perubahan; baptisan itu sendiri tidak mempunyai kuasa untuk melakukan perubahan-perubahan tersebut. Yesus menambahkan kuasa ini ketika Yohanes membaptis-Nya di Sungai Yordan.
“Ia membaptis Kristus, yang berkuasa atas pembaptisan, dalam air yang dijadikan kudus oleh Dia yang dibaptis.” ~ Prefasi pada Pesta St. Yohanes Pembaptis
Yesus berkata kepada para murid-Nya:
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”(Matius 28:18-20)
Pembaptisan Pada Masa Gereja Perdana
Gereja Perdana melaksanakan pembaptisan dalam beberapa cara. Karena sebagian besar yang dibaptis adalah orang dewasa, pembaptisan yang umum adalah dengan membenamkan orang yang dibaptis ke dalam air. Peristiwa itu akan mengakibatkan perasaan tenggelam sesaat. Jadi, ketika mereka yang dibaptis muncul kembali dari air, mereka akan mengalami rasa bangkit dari mati. Hal ini melambangkan keikutsertaan dalam kebangkitan Yesus sendiri.
Di kemudian hari, ketika pembaptisan dilakukan atas bayi-bayi juga, terjadi perubahan dalam cara pembaptisan yaitu dengan menuangkan air. Gereja-gereja lain menolak gagasan pembaptisan bayi. Gereja Katolik mempraktekkannya seturut sabda Yesus, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka…” Dikisahkan juga dalam Kitab Suci mengenai pembaptisan seluruh anggota keluarga.
“Seketika itu juga ia [kepala penjara di Troas] dan keluarganya memberi diri dibaptis.”
Kisah Para Rasul 16:33
“Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.”
Yehezkiel 36:25
Upacara Pembaptisan
Sakramen Baptis menyangkut lebih dari sekedar mencelupkan atau menenggelamkan ke dalam air. Gereja menambahkan bahasa-bahasa isyarat lain guna mempertegas maknanya. Berikut ini gambaran dari suatu upacara pembaptisan bayi. Upacara baptis dewasa tak jauh berbeda.
Dua dari bahasa isyarat dalam Sakramen Baptis terdiri dari “mengurapi” atau mengoleskan minyak. Para orangtua biasa mempergunakan baby oil untuk melindungi bayi mereka. Minyak tersebut berguna untuk membersihkan kulit bayi tanpa menjadikannya kering dan juga untuk melindungi bayi dari kuman-kuman. Sebelum pembaptisan, imam menandai dahi bayi dengan Tanda Salib. Sesudah pembaptisan, imam mengurapi dahi bayi dengan minyak krisma - suatu campuran minyak dan balsem wangi - dengan membuat Tanda Salib. Kata “Kristus” berarti “yang diurapi dengan minyak” dan dengan demikian anak tersebut sungguh sudah menjadi seorang Kristus.
Bahasa isyarat lainnya adalah baju atau kain putih yang dikenakan imam pada si bayi. Praktek ini dimulai ketika umat Kristen Perdana seluruhnya ditenggelamkan ke dalam air dalam upacara pembaptisan. Mereka akan melepaskan baju luar mereka sebelum upacara dan sesudahnya mengenakan baju yang baru. Sebagian keluarga mewariskan baju baptis dari generasi ke generasi.
Bahasa isyarat terakhir dinyatakan dengan pemberian lilin menyala kepada orangtua bayi. Lilin menyala melambangkan Kristus yang telah bangkit dengan mulia.
Wali Baptis
Setiap calon baptis harus mempunyai Wali Baptis, namun demikian hal ini bukan demi sahnya pembaptisan. Tanpa wali baptis, pembaptisan tetap sah. Wali Baptis memiliki dua peran utama:
1. Saksi upacara pembaptisan; 2. Melindungi anak baptis.
Saksi Upacara Pembaptisan
Dalam Pembaptisan, wali baptis bertindak sebagai wakil umat / jemaat. Oleh karena itu, biasanya ada beberapa persyaratan yang bersifat umum yang ditetapkan oleh gereja setempat untuk para wali baptis ini.
Melindungi Anak Baptis
Peran kedua membutuhkan jauh lebih banyak keterlibatan, yaitu hubungan yang berkelanjutan dengan si anak. Mungkin kita menginginkan seorang teman atau sanak-saudara yang tinggal jauh untuk menjadi wali baptis, tetapi sungguh lebih baik memilih wali baptis yang dapat bertemu dengan anak secara teratur.
Penting Bagi Para Orangtua
Ketika seorang bayi / anak dibaptis, keputusan untuk menjadi orang Katolik merupakan keputusan orangtua. Gereja mengijinkan pembaptisan anak-anak karena tanggung-jawab iman anak ada dalam tangan orangtua berkat Sakramen Perkawinan. Maka, tugas utama orangtua adalah membantu anak supaya perlahan-lahan keputusan untuk menjadi orang Katolik adalah keputusan pribadinya. Tugas ini berat, sehingga Gereja menganjurkan perlu adanya wali baptis. Artinya, tugas lain dari wali baptis adalah ambil bagian dalam tugas dan tanggung jawab orangtua tersebut.
Catatan Tentang Sakramen Baptis
 Pada umumnya hanya seorang uskup, imam atau diakon tertahbis yang dapat membaptis seorang menjadi Katolik. Tetapi, dalam keadaan darurat, siapa pun dapat dan wajib melakukannya.
 Ada tiga bentuk pembaptisan: dengan air, dengan darah (martir), dan dengan kerinduan (seseorang yang rindu menerima pembaptisan, tetapi meninggal dunia sebelum sempat menerimanya).


 Air baptis biasanya diberkati pada Malam Paskah, yaitu malam sebelum Minggu Paskah.
Sebanyak kurang lebih 3.000 orang ikut ambil bagian dalam pembaptisan masal pada hari Pentakosta yang pertama.1
Sakramen Pada Umumnya.
Setiap manusia adalah mahluk simbolis dan ekspresif. Artinya kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari penggunaan simbol dan tanda. Manusia mengekspresikan dirinya melalui simbol dan tanda.
Oleh karena itu Allah mengkomunikasikan diri-Nya melalui bahasa manusia agar manusia mengenal dirinya lewat simbol dan tanda yang dapat dimengerti manusia.
Perbedaan Simbol dan Tanda
Simbol : menghadirkan secara nyata apa yang ditandakannya.
Tanda : tidak menghadirkan secara nyata apa yang ditandakannya, hanya memberikan gambaran.
Pengertian Sakramen: Tanda rahmat / keselamatan yang kelihatan, yang menghadirkan rahmat yang tidak kelihatan.
Sakramen adalah tanda keselamatan/rahmat dan kehadiran Tuhan dalam hidup manusia
Yesus Kristus adalah SAKRAMEN DASAR, karena seluruh hidup Yesus Kristus menghadirkan Allah kepada manusia. Rahmat dan kasih Allah menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus. Rahmat dalam sakramen hanya akan menjadi efektif jika penerima sakramen memiliki iman dan keadaan batin yang siap dalam pelaksanaannya.
Sakramen mempunyai 3 Aspek Simbolis:
Aspek Antropologis
Adalah aspek yang berhubungan dengan sifat manusiawi atau kemanusiaan manusia.
Dalam setiap sakramen ada Materi (Tanda/Perbuatan) dan Forma ( Kata) yang dapat dipahami (atau diindera) manusia.
Aspek Kristologis
Adalah aspek yang bersumber pada Kristus sebagai asal dari semua sakramen karena Kristus adalah Sakramen Dasar.
Aspek Eklesiologis.
Adalah aspek yang berhubungan dengan Gereja sebagai pelaksana sakramen berdasarkan perintah Kristus, dan sebagai jemaat.
Gereja adalah sakramen keselamatan karena Gereja adalah tanda persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia. Gereja menghadirkan Kristus. Kristus menghadirkan Allah.
Buah Atau Rahmat Sakramen Baptis:
1. mendapat pengampunan dari segala dosa, baik dosa asal maupun dosa yang dibuatnya.
2. menjadi ciptaan baru dan dilantik menjadi anak Allah.
3. memperoleh rahmat pengudusan yang;
 membuatnya sanggup semakin percaya kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan mencintai-Nya.
 Membuatnya hidup di bawah bimbingan dan dorongan Roh Kudus.
 Membuatnya sanggup bertumbuh dalam kebaikan.
4. digabungkan menjadi anggota Gereja, sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus.
5. dimeteraikan secara kekal dalam sebuah meterai rohani yang tak terhapuskan, sebagai bagian dari Kristus.
Baptisan Kudus adalah dasar dari seluruh hidup Kristiani, gateway untuk hidup dalam Roh vitae spiritualis (ianua), dan pintu yang memberikan akses kepada sakramen-sakramen lainnya. Melalui Pembaptisan kita dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali sebagai anak Allah, kita menjadi anggota Kristus, dimasukkan ke dalam Gereja dan membuat sharers dalam misinya: "Pembaptisan adalah sakramen regenerasi melalui air dalam kata.
Macam-Macam Baptisan:
1. Baptisan bayi : baptisan yang diterima saat masih bayi.
2. Baptisan dewasa: baptisan yang diterima saat sudah dewasa.
3.Baptisan rindu: saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal. Maka ia sudah menerima baptisan rindu.
4. Baptisan darah: saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal karena membela imannya.
Perbedaan Baptisan Yesus dan Baptisan kita
Kitab Suci pernah menceritakan bahwa Yesus dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes pembabptis. Baptisan Yesus dan baptisan yang kita terima tidak sama. Baptisan kita adalah baptisan pertobatan sedangkan baptisan Yesus adalah bentuk solidaritas Yesus dengan manusia yang selalu berdosa. Yesus tidak membutuhkan pertobatan, karena Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (sama dalam segala hal dengan manusia kecuali dalam hal dosa).
Sebab itu rasul Paulus berkata, bahwa kita dibatiskan dalam kematian Kristus (Roma 6:3-11). Maksudnya: pembabtisan itu menandakan, bahwa diri kita yang disebut “manusia lama”, mati bersama Kristus, agar kita bangkit pula bersama Dia sebagai “manusia baru”. Dengan kata lain: ketika kita dibaptiskan, Tuhan memberi jaminan yang senyata-nyatanya, bahwa kita termasuk pada perjanjian baru yang didirikan di atas bukit Golgota.2



Kepustakaan


1.Alkitab, Jakarta : LAI, 2003
2.Bolan, B.J, Intisari Iman Kristen, BPK Gunung Mulia, Jakarta 2001.
3.Hadiwijono, Harun, Iman Kristen, BPK Gunung Mulia, Jakarta 2006.
4.Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I A-L.

Rabu, 02 Februari 2011

Melakukan Kerjasama

tahukah anda di dunia ini tidak ada lagi mengenal kerja sendiri-sendiri? dimana-mana orang melakukan kerjasama dan sinergi. kerjasama ini bisa lebih mendapatkan hasil yang maksimal dan luar biasa. untuntuk itu saya membewrikan beberapa tips untuk dapat melakukan kerjasam:
1. memiliki kemampuan untuk memehami orang lain.
2. memiliki kemampuan mengasihi orangf lain
3. memiliki kemampuan untuk membantu orang lain.