1. 5 Aliran feminisme dengan ciri-cirinya:
- Liberal. Ciri-cirinya; penekanan pada kemampuan perempuan (Woman Capability). Kesetaraan dalam hukum, pendidikan dan sosial sistem.dengan asumsi bahwa perempuan itu tidak dilahirkan tetapi “diciptakan”.dengan kritiknya; menguntungkan diri dan tinggal di dalam sistem.
- Marxist. Ciri-cirinya:
- Konflik utama adalah persoalan teks
- Analisisnya: ketika laki-laki menginginkan anak kepemilikan pribadi menjadikan laki-laki mengontrol seksualitas perempuan sebagai hak milik yang dapat diperlakukan kehendaknya.
- Ada tuntutan: revolusi kelas ekonomi sangat dibutuhkan untuk mencapai sebuah revolusi gender.
- Socialist
- Menambahkan kepada aliran Marxist bahwa faktor lain yang harus dicermati adalah benturan kelas dan sekali lagi inti persoalan adalah “Patriarchy”.
- Bahwa Patriarchy itu dekat kepada kapitalisme.
- Pada pola relasi selalu dikaitkan dengan “market value” (nilai pasar) dan kalkulasi cash.
- Dengan makin banyak uang makin mampu memikat perempuan.
- Suami kaya tetapi bukan uang perempuan.
- Radikal
- Bahwa perlu ada sebuah pola relasi yang baru dan radikal sama sekali.
- Di mana perempuanlah yang bisa dilahirkan dan itu berarti perempuan harus memperlihatkan soperioritasnya atas laki-laki.
- Dibelakang laki-laki yang kuat ada perempuan yang kuat.
- Ada asumsi bahwa feminism radikal adalah promotor lesbianisme.
- Eco-feminisme
- Ada kesejajaran penindasan terhadap perempuan dan alam (women and nature)
- Pembebasan perempuan (women) dari superioritas laki-laki (man) harus sejalan dengan pembebasan alam (nature) dari tindakan semena-mena manusia yang dilakukan atas nama perkembangan peradaban (culture)
2. Paham “Jender” yang dikembangkan oleh Shery Ortner, bahwa jender bukanlah sesuatu yang terbawa (inherent) dalam perbedaan biologis kedua jenis kelamin. Dasar Kritk Feminis didasarkan pada 2 argumentasi sebagai berikut:
a. Fisiologis perempuan dan fungsi reproduksinya yang khas membuatnya tampak lebih dekat kepada alam. Wanita beraktualisasi secara alamiah sementara laki-laki dipaksa untuk menciptakan secara artificial untuk membangun tetap juga mempertahankan kebudayaan.
b. Peran sosial dipandang lebih dekat kepada alam karena keterlibatan mereka dalam kegiatan reproduksi cenderung membatasi perempuan pada fungsi-fungsi sosial tertentu yang dipandang dekat kepada alam yang memunculkan dikotomi: “perempuan pada wilayah domestik dan laki-alki pada wilayah publik.”
3. Korelasi perempuan (women) alam (nature) dalam wacana kritik antropologi feminis bahwa perempuan diibaratkan seperti alam yang melahirkan dan menyusui seperti alam yang menumbuhkan dan memberi makanan kepada tumbuh-tumbuhan atau makhluk hidup
4. Gerakan Feminisme:
1. Gerakan Liberal, aliran atau gerakan ini memberi penekanan penting pada prinsip bahwa perempuan itu mempunyai kesetaraan dengan laki-laki seperti kesetaraan dalam bidang hukum pendidikan dan sosial sistem bahwa bukan hanya laki-laki yang mampu mengerjakan pekerjaan seperti itu sehingga memunculkan pendapat bahwa perempuan itu tidak dilahirkan. Melahirkan juga diciptakan sama seperti laki-laki yang menandakan bahwa perempuan dan laki-laki setara dihadapan Tuhan.
2. GerakanRadikal, gerakan ini memercayai bahwa ada sebuah pola relasi yang baru dan radikal sama sekali dan bahwa perempuanlah yang bisa melahirkan dan itu berarti perempuan harus memperlihatkan superioristasnya atas laki-laki yang kuat. Prinsip mereka adalah mencintai sesama perempuan terlebih dahulu. Dan menempatkan cinta pada laki-laki pada posisi belakangan. Sehingga ada asumsi bahwa feminisme radikal adalah promotor lesbianisme.
3. Gerakan Marxist. Konflik utamanya terletak pada persoalan “kelas”. Gerakan ini menyangkut sebuah analisis bahwa ketika seseorang menginginkan seorang anak. (perempuan sebagai property) mengontrol seksuaitas perempuan sebagai milik sekehendaknya.
5. Dua fenomena doctrinal dalam perkembangan kekristenan yang memicu munculnya teologi feminis (menurut Claire Barth).
a. Institusi gerejawi dipandang terlalu mementingkan segi kelembagaan, hirarkis, dan sangat konservartif.
b. Masih kurang gerakan yang bersifat kenabian/profetis, kritis terhadap ketidakadilan dan penggunaan kekuasaan.
6. Tujuan pendekatan “liberalism Feminisme” yang dikembangkan oleh Elisabeth Fiorenza yang bertitik tolak dari pembuktian tesis diseputar peranan historis kaum perempuan dalam keristenan mula-mula dan pertanyaan historis teologis yang diangkat oleh kaum feminis.
7. Maksud dari “Women’s Questions” dan Women Experience bahwa untuk berteologi feminis mesti berangkat dari pertanyaan-pertanyaan disekitar masalah-masalah yang menyangkut tentang perempuan sebab dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dikembangkan untuk dibahas yang kemudian dilihat dari perspektif pengalaman perempuan untuk mencari sebuah jalan keluar atau sebuah pengembangan.
8. Empat pendekatan metodologis hermeneutika yang diusulkan Fiorenza:
a. A Hermeneutik of Suspicion – mengenali jiwa patriarkhi dan androsentrisme dari banyak teks alkitab dan kemudian membawa kritik ideologis yang mempertanyakan kepentingan siapa yang dilayanii dalam teks-teks itu.
b. A Hermeneutik of proclamation - memulai teks mana dalam alkitab yang pantas digunakan untuk liturgi sebagai perayaan kehidupan.
c. A hermeneutics of remembrance - yang mencari teks-teks untuk mencari sejarah kaum perempuan dalam kekristenan mula-mula untuk kebutuhan merekontruksi aktivitas dan sentralisasi kaum perempuan sehingga menjadi wacana alkitabiah kaum perempuan saat ini seingga menjadi wacana alkitabiah kaum perempuan
d. A Hermeneutics of Creative actualization yang menolong kaum perempuan untuk mengklaim sejarah Alkitabiah yang menggunakan imajinasi historis dan melalui seni dan ritual demi mengklaim tempat perempuan dalam aktivitas dan praksis berteologi dipusat bukan dipinggiran.
9. Dua bagian teks dalam alkitab yang menurut saya perlu dibedah dengan pendekatan hermeneutika feminis.
a. Kejadian 2:22,23 “ Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.”
Bahwa dengan kehadiran seorang perempuan telah melengkapi manusia itu (laki-laki). Dan dengan kehadiran perempuan itu mengisi kefeminiman manusia itu. bahwa dalam diri seorang laki-laki terdapat kefeminiman yang telah dibentuk menjadi seorang perempuan, sebagaimana dalam diri seorang perempuan terdapat kemaskulinan karena dibentuk dari laki-laki (maskuklin).
b. 1 Kor.14:33-35 “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat”.
Menrut saya pribadi: teks ini berbicara tentang pelunya komunikasi dalam sebuah rumah tangga sebagai komunitas kecil dalam sebuah jemaat. Paulus berpendapat bahwa apa yang dikatakan suaminya telah mewakili istrinya atau keluarganya
10. Komentar saya terhadap data Komnas perempuan bahwa kekerasan terhadap perempuan itu terjadi karena dari segi fisik, laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan sehingga sering laki-laki selalu berpeluang berbuat kekerasan terhadap perempuan. Keprihatinan seperti ini perlunya sebuah solusi untuk paling tidak sedikit mengurangi tingkat kekerasan terhadap perempuan, misalnya seperti mendukung gerakan peduli perempuan melalui media massa. Dan bagi para pelaku kekerasan tersebut diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku. Hal lain yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan perempuan melalui pelatihan-pelatihan.
Selasa, 14 Juni 2011
Rabu, 08 Juni 2011
Kepemimpinan
Pemimpin dan manajer, terutama pemimpin paling atas dan top manajer, merupakan faktor penentu dalam suskses atau gagalnya suatu organisasi dan usaha. Baik di dunia bisnis maupun di dunia pendidikan, pendidikan, kesehatan, perusahaan, religi, sosial, politik, pemerintahan Negara dan lain-lain. Kualitas pemimpin menentukan keberhasilan lembaga atau organisasinya. Sebab pemimpin dan manajer yang sukses itu mampu mengelola organisasi bisa mempengaruhi secara konstruktif orang lain, dan menunjukkan jalan serta perilaku benar yang harus dikerjakan bersama-sama.
Pemimpin harus mampu mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba, dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan dan sanggup membawa organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Ringkasnya pemimpin dan manajer mempunyai kesempatan paling banyak untuk mengubah jerami menjadi emas atau sebaliknya mengubah tumpukan uang menjadi abu. Jika dia salah langkah dan tidka bijaksana dengan menghubungkan dengan manajemen kunci bagi suksesnya bisnis sedangkan kepemimpin menjadi kunci pembuka bagi suksesnya organisasi.
Perspektif baru di dunia modern dan kehidupan demokrasimenstimulir setiap individu untuk berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan berorganisasi dan aktivitas hidup dan ikut memikul tanggung jawab sosial yang lebih besar. Setiap orang diharapkan bisa memikirkan,menerapkan dan menilai kembali kontribusi sosial masing-masing dalam kehidupan bersama. Dengan begitu proses evakuasi diri selaku warga Negara yang didukung oleh kesadaran yang dalam. Perkembangan kreativitas dalam kehidupan bersama untuk menciptakan budaya dan benda-benda budaya.
Kerja kolektif adalah hal yang dibutuhkan dalam kepemimpinan dan pemimpin untuk mengifisienkan setiaplangkah dan kegiatan. Hanya pemimpin yang kooperatiflah yang mempu menjamin kesejahteraan lahir dan batin masyarakat luas. Pemimpin mengajak dan menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Jadi keberadaan pemimpin selalu ada ditengah-tengah kelompoknya.
Analisis Kritis
Pemimpin merupakan produk interaksi antara sifat karakteristik individu dan situasi zaman sehingga kepemimpinan pada zaman sekarang adalah interaksionis dengan mengembangkan manajemen konflik. Dengan konflik yang wajar mencerminkan adanya demokrasi, dinamis dan akses diri dengan demikian dapat membantu pertumbuhan organisasi. Seorang pemimpin yang baik yakni dapat mengelola organisasi baik ekonomi maupun sosial.
Setiap organisasi berhasil terletak pada pemimpin dan kepemimpinannya, di mana bawahan merupakan perpanjangan tangan pemimpin dalam melaksanakan ide, strategi dan kebijakan. Seorang pemimpin harus bijaksana dalam melaksanakan tugas dan penuh rasa kemanusiaan. Pemimpin yang baik dalam kepemimpinan tidak menyimpang dari aturan, tingkah laku dan keadaan sosial angotanya. Bagi calon pemimpin seharusnya ada training kepemimpinan guna member pembelajaran kepada generasi muda supaya dapat menjalankan kepemimpinan dengan baik bukan hanya membaca buku bacaan saja atau ceramah namun harus di supervisi ketat bagaimana kepemimpinannya.
Seorang pemimpin itu harus peka terhadap kritikan dari berbagai pihak yang dipimpinnya. Dalam kepemimpinan seorang pemimpin harus menjalankan etika sebagai seorang pemimpin yakni bagaimana mengatur, memimpin, mengelola, mengarahkan dan bertanggungjawab terhadap organisasi yang dipimpinnya. Sehubungan dengan etika profesi kepemimpinan yakni mengenai kewajiban pemimpin, tingkah laku yang baik, moral pemimpin maka setiap kekuasaan dan wewenang pemimpin harus dilandasi dengan asas keadilan dan kebaikan diarahkan pada penciptaan syarat-syarat untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat luas.
Ezra Tari
Pemimpin harus mampu mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba, dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan dan sanggup membawa organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Ringkasnya pemimpin dan manajer mempunyai kesempatan paling banyak untuk mengubah jerami menjadi emas atau sebaliknya mengubah tumpukan uang menjadi abu. Jika dia salah langkah dan tidka bijaksana dengan menghubungkan dengan manajemen kunci bagi suksesnya bisnis sedangkan kepemimpin menjadi kunci pembuka bagi suksesnya organisasi.
Perspektif baru di dunia modern dan kehidupan demokrasimenstimulir setiap individu untuk berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan berorganisasi dan aktivitas hidup dan ikut memikul tanggung jawab sosial yang lebih besar. Setiap orang diharapkan bisa memikirkan,menerapkan dan menilai kembali kontribusi sosial masing-masing dalam kehidupan bersama. Dengan begitu proses evakuasi diri selaku warga Negara yang didukung oleh kesadaran yang dalam. Perkembangan kreativitas dalam kehidupan bersama untuk menciptakan budaya dan benda-benda budaya.
Kerja kolektif adalah hal yang dibutuhkan dalam kepemimpinan dan pemimpin untuk mengifisienkan setiaplangkah dan kegiatan. Hanya pemimpin yang kooperatiflah yang mempu menjamin kesejahteraan lahir dan batin masyarakat luas. Pemimpin mengajak dan menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Jadi keberadaan pemimpin selalu ada ditengah-tengah kelompoknya.
Analisis Kritis
Pemimpin merupakan produk interaksi antara sifat karakteristik individu dan situasi zaman sehingga kepemimpinan pada zaman sekarang adalah interaksionis dengan mengembangkan manajemen konflik. Dengan konflik yang wajar mencerminkan adanya demokrasi, dinamis dan akses diri dengan demikian dapat membantu pertumbuhan organisasi. Seorang pemimpin yang baik yakni dapat mengelola organisasi baik ekonomi maupun sosial.
Setiap organisasi berhasil terletak pada pemimpin dan kepemimpinannya, di mana bawahan merupakan perpanjangan tangan pemimpin dalam melaksanakan ide, strategi dan kebijakan. Seorang pemimpin harus bijaksana dalam melaksanakan tugas dan penuh rasa kemanusiaan. Pemimpin yang baik dalam kepemimpinan tidak menyimpang dari aturan, tingkah laku dan keadaan sosial angotanya. Bagi calon pemimpin seharusnya ada training kepemimpinan guna member pembelajaran kepada generasi muda supaya dapat menjalankan kepemimpinan dengan baik bukan hanya membaca buku bacaan saja atau ceramah namun harus di supervisi ketat bagaimana kepemimpinannya.
Seorang pemimpin itu harus peka terhadap kritikan dari berbagai pihak yang dipimpinnya. Dalam kepemimpinan seorang pemimpin harus menjalankan etika sebagai seorang pemimpin yakni bagaimana mengatur, memimpin, mengelola, mengarahkan dan bertanggungjawab terhadap organisasi yang dipimpinnya. Sehubungan dengan etika profesi kepemimpinan yakni mengenai kewajiban pemimpin, tingkah laku yang baik, moral pemimpin maka setiap kekuasaan dan wewenang pemimpin harus dilandasi dengan asas keadilan dan kebaikan diarahkan pada penciptaan syarat-syarat untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat luas.
Ezra Tari
Selasa, 07 Juni 2011
Etika dan Krisis Ekologis
Etika lingkungan bertolak dari refleksi mengenai perilaku manusia. Titik tolak dari etika lingkungan adalah hubungan antara alam atau ekologi dengan manusia. Pergumulan etika lingkungan adalah pemahaman manusia mengenai lingkungan dan bagaimana memainkan peran dalam mengelolah dan melestarikan lingkungan atau alam sekitar. Umat manusia saat ini diperhadapkan dengan teknologi canggih yang dipergunakan untuk mengelola alam demi memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi penggunaan alat canggih telah merusak ekosistem lingkungan di mana lingkungan tidak seimbang karena penggunaan festisida, pupuk kimia, serta teknologi lain. Penggunaan bahan-bahan hasil teknologi memang sangat menguntungkan manusia dari segi waktu, biaya dan tenaga tetapi di sisi lain merusak jaringan hidup mahluk lain di dalam bumi. Kerusakan terjadi karena kepentingan ekonomi yakni mengumpulkan kekayaan dalam waktu yang cepat dengan tekhnologi yang akurat tanpa menyoal kerusakan yang terjadi akibat penggunaan bahan kimia.
Perilaku manusia sebagai pribadi dituntut untuk bertindak baik dan tepat, dalam artian seseorang seharusnya hidup sebagai individu atau pribadi yang tidak terlepas dari bagaimana memeberlakukan yang lain. Sebab tindakan terhadap yang lain lahir dari keyakinan akan makna hidup yang dianut sesorang atau kelompok masyarakat. Sebaliknya perlakuan yang lain didasarkan pula pada penilaian tentang kedudukan yang lain dalam hubungan dengan pribadi atau individu. Menurut Otto Piper, kerusakan lingkungan berakar dalam filsafat yang membatasi etika pada hubungan interpersonal atau hubungan antar manusia sehingga hubungan manusia dengan alam tidak menjadi standar moral.
Hubungan manusia sejak industri adalah subjek-objek atau saya-benda, dalam artian benda memiliki arti tergantung penilaian manusia. Menurut Kung perlu ada paradigma etika baru yang disebutnya sebagai gabungan dari ekonomi rasional dengan dasar orientasi etis. Dengan adanya kemerosotan lingkungan manusia sadar dengan menata lingkungan dengan gerakan hidup etika baru, etika ekonomi yang terjalin dengan etika ekologi. Dengan memperkecil kesenjangan yang terjadi antara manusia dengan alam. Dalam etika lingkungan ada pelestarian yang mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia dengan etika pemeliharaan yang mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua mahluk. Etika yang dikembangkan adalah :
Etika Antroposentris
Etika lingkungan yang dikembangkan sebagai keadaan yang dipahami bahwa alam dipahami sebagai sumber untuk manusia tercipta untuk manusia dan bertujuan untuk manusia.
Etika Ekosentris
Alam dipandang sebagai penopang kehidupan manusia tetapi bukan hanya manusia tetapi seluruh ciptaan.
Pendekatan yang memerhatikan seluruh ciptaan dan ekosistemnya serta kebutuhan yang ada akan menjaga keseimbangan hidup manusia. Dalam hal ini menghargai seluruh ciptaan. Sehingga pencemaran adalah gambaran rendahnya penghargaan manusia terhadap kehidupan. Karena ciptaan telah tercemar dan telah rusak maka yang dilakukan sekarang adalah mengendalikan diri dalam mengeksploitasi sumber daya alam, meminimalkan dan menghapuskan pencemaran serta mencegah pencemaran baru. Gerakan mengembalikan alam pada fungsi awalnya dan proses daur ulang dan minimalkan kerusakan adalah perilaku untuk menjaga kesejahteraan bersama.
Refleksi Pribadi
Siklus ekosistem baik di air maupun di daratan atau di udara, perlu mendapat perhatian penting utamanya dalam menata kelangsungan hidup di alam raya ini. Bahwa bila satu mata rantai terputus maka akan mengakibatkan kerusakan pada mata rantai yang lainnya. Bila satu komunitas terganggu, maka akan berdampak pada komunitas lainnya. Sebab itu tidaklah mengherankan bila terjadi hal-hal yang tidak terduga sebelumnya. Misalnya terjadinya longsor, hal ini depat terjadi karena system jaringan dalam tanah telah mengalami keruskan, kerusakan ini terjadi akibat misalnya; zat kimia yang dipakai manusia untuk tanaman. Pengrusakan alam yang terus-menerus terjadi entahkah itu disadari atau tidak, di mana manusialah yang paling banyak berperan di dalamnya, itu terjadi karena kurangnya kesadaran dalam mengelolah alam yang mestinya disyukuri sebagai pemberian yang sungguh sangat berarti karena hal ini menyangkut kelangsungan hidup makhluk hidup dan manusialah penatanya. Efek dari kerusakan alam kini semakin terasa, dan hal itu harusnya semakin mengajak kepada kita untuk menghindari hal-hal yang semakin parah lagi. Sebab itu beberapa upaya pemerintah dalam menaggulangi masalah ini perlunya mendapat dukungan dari pihak masyarakat. Seperti program “go green” yang dicanangkan pemerintah khususnya di Indonesia, dan bukan hanya sekedar mendukung tetapi terlibat aktif di dalamnya. Di Toraja misalnya, penanganan sampah perlu mendapat perhatian dan yang yang paling utama adalah kesadaran semua masyarakat untuk memenpatkan sampah pada tempatnya. Dalam hal ini gereja haruslah menyatakan sikap, baik itu secara lembaga maupun itu person, dan bersedia memulai hal yang baru demi sebuah perubahan demi terjalinnya siklus mata rantai ekosistem yang satu dengan yang yang lainnya untuk sebuah kelangsungan hidup ciptaan di alam semesta ini. Sebagaimana teks dalam Markus16:15 mengatakan: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk…” Bahwa makhluk lainnya pun perlu mendapat damai dan sejahtera. Sebab itu tugas khususnya selaku orang Kristen adalah mewujudkan syalom itu kepada ciptaan lainnya.
Perilaku manusia sebagai pribadi dituntut untuk bertindak baik dan tepat, dalam artian seseorang seharusnya hidup sebagai individu atau pribadi yang tidak terlepas dari bagaimana memeberlakukan yang lain. Sebab tindakan terhadap yang lain lahir dari keyakinan akan makna hidup yang dianut sesorang atau kelompok masyarakat. Sebaliknya perlakuan yang lain didasarkan pula pada penilaian tentang kedudukan yang lain dalam hubungan dengan pribadi atau individu. Menurut Otto Piper, kerusakan lingkungan berakar dalam filsafat yang membatasi etika pada hubungan interpersonal atau hubungan antar manusia sehingga hubungan manusia dengan alam tidak menjadi standar moral.
Hubungan manusia sejak industri adalah subjek-objek atau saya-benda, dalam artian benda memiliki arti tergantung penilaian manusia. Menurut Kung perlu ada paradigma etika baru yang disebutnya sebagai gabungan dari ekonomi rasional dengan dasar orientasi etis. Dengan adanya kemerosotan lingkungan manusia sadar dengan menata lingkungan dengan gerakan hidup etika baru, etika ekonomi yang terjalin dengan etika ekologi. Dengan memperkecil kesenjangan yang terjadi antara manusia dengan alam. Dalam etika lingkungan ada pelestarian yang mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia dengan etika pemeliharaan yang mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua mahluk. Etika yang dikembangkan adalah :
Etika Antroposentris
Etika lingkungan yang dikembangkan sebagai keadaan yang dipahami bahwa alam dipahami sebagai sumber untuk manusia tercipta untuk manusia dan bertujuan untuk manusia.
Etika Ekosentris
Alam dipandang sebagai penopang kehidupan manusia tetapi bukan hanya manusia tetapi seluruh ciptaan.
Pendekatan yang memerhatikan seluruh ciptaan dan ekosistemnya serta kebutuhan yang ada akan menjaga keseimbangan hidup manusia. Dalam hal ini menghargai seluruh ciptaan. Sehingga pencemaran adalah gambaran rendahnya penghargaan manusia terhadap kehidupan. Karena ciptaan telah tercemar dan telah rusak maka yang dilakukan sekarang adalah mengendalikan diri dalam mengeksploitasi sumber daya alam, meminimalkan dan menghapuskan pencemaran serta mencegah pencemaran baru. Gerakan mengembalikan alam pada fungsi awalnya dan proses daur ulang dan minimalkan kerusakan adalah perilaku untuk menjaga kesejahteraan bersama.
Refleksi Pribadi
Siklus ekosistem baik di air maupun di daratan atau di udara, perlu mendapat perhatian penting utamanya dalam menata kelangsungan hidup di alam raya ini. Bahwa bila satu mata rantai terputus maka akan mengakibatkan kerusakan pada mata rantai yang lainnya. Bila satu komunitas terganggu, maka akan berdampak pada komunitas lainnya. Sebab itu tidaklah mengherankan bila terjadi hal-hal yang tidak terduga sebelumnya. Misalnya terjadinya longsor, hal ini depat terjadi karena system jaringan dalam tanah telah mengalami keruskan, kerusakan ini terjadi akibat misalnya; zat kimia yang dipakai manusia untuk tanaman. Pengrusakan alam yang terus-menerus terjadi entahkah itu disadari atau tidak, di mana manusialah yang paling banyak berperan di dalamnya, itu terjadi karena kurangnya kesadaran dalam mengelolah alam yang mestinya disyukuri sebagai pemberian yang sungguh sangat berarti karena hal ini menyangkut kelangsungan hidup makhluk hidup dan manusialah penatanya. Efek dari kerusakan alam kini semakin terasa, dan hal itu harusnya semakin mengajak kepada kita untuk menghindari hal-hal yang semakin parah lagi. Sebab itu beberapa upaya pemerintah dalam menaggulangi masalah ini perlunya mendapat dukungan dari pihak masyarakat. Seperti program “go green” yang dicanangkan pemerintah khususnya di Indonesia, dan bukan hanya sekedar mendukung tetapi terlibat aktif di dalamnya. Di Toraja misalnya, penanganan sampah perlu mendapat perhatian dan yang yang paling utama adalah kesadaran semua masyarakat untuk memenpatkan sampah pada tempatnya. Dalam hal ini gereja haruslah menyatakan sikap, baik itu secara lembaga maupun itu person, dan bersedia memulai hal yang baru demi sebuah perubahan demi terjalinnya siklus mata rantai ekosistem yang satu dengan yang yang lainnya untuk sebuah kelangsungan hidup ciptaan di alam semesta ini. Sebagaimana teks dalam Markus16:15 mengatakan: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk…” Bahwa makhluk lainnya pun perlu mendapat damai dan sejahtera. Sebab itu tugas khususnya selaku orang Kristen adalah mewujudkan syalom itu kepada ciptaan lainnya.
Sabtu, 04 Juni 2011
Manajemen Hidup
1. Dewasalah, masalah itu biasa!
Kendalikanlah gejolak hati atau dikendalikan olehnya yang penting bukan apa yang terjadi tetapi bagaimana menghadapinya.
2. Untuk menang mulailah
Ambil langkah pertama
3. Pengetahuan adalah kekuatan
Ada yang mengerti ada yang tidak, ada yang mau bertindak ada yang tidak. Mereka yang bertindak akan berhasil,mereka yang tidak bertindak tidak akan berhasil.
4. Bersiaplah
Beberapa hal pasti akan terjadi, terkadang akan mengingatkan akan hal-hal yang dianggapbiasa.
5. Carti tahu apa yang bisa dilakukan
Bekerja keres mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah sia-sia. Kenyataan hanya bisa menghargai tindakan. Lakukan sesuatu
6. Sebelum mengubah hidup ubah cara berpikir
Sikap positif dimulai dari kepala.
Ezra Tari
Kendalikanlah gejolak hati atau dikendalikan olehnya yang penting bukan apa yang terjadi tetapi bagaimana menghadapinya.
2. Untuk menang mulailah
Ambil langkah pertama
3. Pengetahuan adalah kekuatan
Ada yang mengerti ada yang tidak, ada yang mau bertindak ada yang tidak. Mereka yang bertindak akan berhasil,mereka yang tidak bertindak tidak akan berhasil.
4. Bersiaplah
Beberapa hal pasti akan terjadi, terkadang akan mengingatkan akan hal-hal yang dianggapbiasa.
5. Carti tahu apa yang bisa dilakukan
Bekerja keres mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah sia-sia. Kenyataan hanya bisa menghargai tindakan. Lakukan sesuatu
6. Sebelum mengubah hidup ubah cara berpikir
Sikap positif dimulai dari kepala.
Ezra Tari
Jumat, 03 Juni 2011
Kepemimpinan
Pemimpin dan manajer, terutama pemimpin paling atas dan top manajer, merupakan faktor penetu dalam suskses atau gagalnya suatu organisasi dan usaha. Baik di dunia bisnis maupun di dunia pendidikan, pendidikan, kesehatan, perusahaan, religi, social, politik, pemerintahan Negara dan lain-lain. Kualitas pemimpin menentukan keberhasilanlembaga atau organisasinya. Sebab pemimpin dan manajer yang sukses itu mampu mengelola organisasi bisa mempengaruhi secara konstruktif orang lain, dan menunjukkan jalan serta perilaku benar yang harus dikerjakan bersama-sama.
Pemimpin harus mampu mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba, dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan dan sanggup membawa organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.
Pemimpin harus mampu mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba, dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan dan sanggup membawa organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.
Rabu, 01 Juni 2011
Prinsip Berkhotbah, Haddon W Robinson
1. Setiap pengkhotbah harus mengerti apa itu berkhotbah. Khotbah dalam pandangan Paulus bukanlah diskusi tentang masalah keagamaan melainkan menyampaikan pesan Tuhan kepada umat-Nya. Paulus mendorong Timotius untuk berseru: beritakanlah Firman (II Tim 4:2), berarti meneriakkan, memberitakan, dan menasehati. Khotbah harus menggerakkan hati pendengarnya, penuh semangat dengan penuh perasaan menyampaikan kabar kesukaan. Pengkhotbah sebagai penyampai pesan mau tidak mau harus menyampaikan Firman Allah yang tidak melenceng dari Alkitab.
Pengkhotbah dituntut untuk mengekspos berita yang ada dalam teks Alkitab, tanpa menggali lebih dalam tentang Firman Tuhan maka Firman yang disampaikan itu tidak jelas kepada pendengarnya. Seorang pengkhotbah harus memahami konteks Alkitab serta menghidupi akan Firman itu serta memiliki pengalaman dalam bergaul dengan Allah. Sebab pesan yang disampaikan pengkhotbah bukanlah berpidato melainkan menyampaikan maksud Allah kepada manusia.
2. Dalam berkhotbah pekerjaan berikut yang harus dilakukan oleh seorang pengkhotbah adalah menentukan ide berkhotbah. Ide besar yang dipilih harus bersifat tunggal di mana ide adalah saringan kehidupan yang mengiktisarkan hal-hal khusus dari pengalaman yang sama dalam hal-hal tersebut dan saling berhubungan. Dalam menentukan sebuah ide, kita harus tahu apa yang seharusnya kita bicarakan. Dan juga tentang apa yang sedang saya katakan, hal-hal inilah yang harus diperhatikan dalam menentukan ide tunggal untuk menentukan apa yang seharusnya disampaikan kepada jemaat.
3. Hal yang tidak kalah pentingnya dalam berkhotbah adalah memilih nukilan atau teks Alkitab. Salah satu hal yang rumit dalam pikiran pengkhotbh adalah memilih nukilan atau teks Alkitab. Seorang pengkhotbah harus merumuskan apa yang harus ia sampaikan selama satu tahun.
4. Prinsip berikut yang harus dipatuhi oleh seorang pengkhotbah adalah mempelajari nukilan atau teks alkitab dan menngumpulkan catatan hasil penyelidikan alkitab. Mencari tahu sejarah, penulisan serta latar belakang nukilan melalui sarana seperti konteks lalu dan masa kini, konkordansi, studi kritis dan tafsiran.
5. Sementara mempelajari nukilan atau teks yang telah dipilih, maka seorang pengkhotbah harus menghubungkan dengan bagian-bagian dalam teks untuk menentukan ide yang dieksegese dan yang telah dikembangkan. Dari hasil studi tersebut maka ada dua hal yang perlu dikerjakan yakni: ide itu menyatakan suatu nukilan yang berkalimat tunggal yang menggabungkan subjek dan komplemen, kedua: menguraikan perkembangan ide dari nukilan tersebut.
6. Setelah menemukan ide yang telah dikembangkan dari ide tunggal yang berasal dari nukilan. Maka ide tersebut dimasukkan dalam tiga ide pengembang. Ide pengembang pertama adalah: apakah ini artinya? Menggali penjelasan, benarkah itu? Menggali keabsahan sebuah teks, dan apa bedanya? Menggali implikasi dan penerapan.
7. Mengenal konteks pendengar kita yang memilii pengalaman dan pengetahuan, maka hal berikut yang harus dipikirkan adalah memiirkan ide hasil eksegese kita dan menyatakan dengan kalimat yang singkat dan beride tunggal.
8. Setelah menentukan kalimat singkat ide tersebut, maka kita mennetukan tujuan khotbah. Tujuan khotbah yang dinyatakan harus mampu diamati dan nilai dengan baik. Tujuan pengkhotbah adalah apa yang diharapkan terjadi pada pendengar sebagai hasil setelah mendengarkan khotbah. Tujuan khotbah terdiri atas, pengajaran doktrin, membuktikan kesalahan dalam perbuatan, memperbaiki kesalahan dan mendidik orang dalam kebenaran. Tujuan yang disampaikan harus bersifat efektif dan mampu mencapai sasaran dengan tepat.
9. Hal berikut yang harus dipegang adalah mempertanyakan bagaimana ide itu harus dipegang untuk menyelesaikan tujuan dalam berkhotbah?.
Setelah menyempurnakan ide yang dikembangkan dalam berkhotbah, maka pekerjaan berikut adalah membuat kerangka khotbah.
- Transisi maksudnya memberi tahu pendengar bahwa pengkhotbah masih terus melanjutkan khotbahnya yakni menyatakan langsung hubungan logis atau psikologis antara pendahuluan dengan isi, poin-poin didalam isi dan kesimpulan.
- Setelah membuat kerangka berkhotbah maka langkah berikut adalah mengisi kerangka khotbah dengan materi-materi pendukung yang menjelaskan, menerapkan, atau menguatkan poin-poin.
- Setelah menyelesaikan penulisan tersebut maka perkerjaan yang berikut adalah menyiapkan pengantar dan penutup khotbah.
Beberapa hal diperhatikan dalam pendahuluan adalah menarik perhatian terhadap ide, membangkitkan kebutuhan, memberikan orientasi kepada jemaat pada bagian isi khotbah perkembangannya.
Prinsip berkhotbah berikut yang diperhatikan adalah gaya berkhotbah atau pemikiran pengkhotbah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengkhotbah dalam menyampaikan khotbahnya adalah memperhatikan bahasa yang dipakai, memperlajari bagaimana orang lain menggunakan bahasa, dan membaca dengan nyaring.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkhotbah supaya jemaat mau mendengarkannya. Dandanan rambut dan pakaian, jemaat merasa nyaman dengan gaya berbusana pengkhotbah serta rambutnya. Membiarkan gerakan tubuhnya bergerak dengan rileks tanpa beban. Menjaga kontak mata dengan pendengar, penyampaian suara, penekanan, tempo, jeda. Hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah umpan balik. Membuat kaset untuk dikritis jemaat untuk menambah wawasan serta efektivitas kerja kita.
Perry Miller berkata, "Ketika ia membuka mulutnya, ia membidikkan sebuah senjata. Ketika ia berbicara, bombardir dimulai. Lebih dari setengah juta orang telah berubah selama pelayanannya. Ia menyebarkan sebuah kebangunan rohani yang telah mengubah sejarah." Kebangunan rohani pada tahun 1830 di Rochester, New York, yang dipimpinnya, membuatnya dikenal sebagai tokoh kebangunan rohani Amerika. Selama masa kebangunan rohani, tindakan Finney yang paling kontroversial adalah mengizinkan wanita untuk memimpin doa selama pertemuan ibadah, menyerukan nama-nama orang berdosa ketika berkhotbah, mereka ditempatkan di depan dan duduk di "bangku kerinduan" agar dapat didoakan, mengadakan pertemuan-pertemuan panjang tanpa perencanaan, dan mengajarkan kemungkinan pemberantasan dosa secara pribadi maupun dalam masyarakat. Finney juga termasuk tokoh yang berjuang untuk penghapusan perbudakan, minuman keras, dan pakaian yang berlebih-lebihan di Amerika Serikat. Khotbah-khotbah ini menjadi alasan isu gerakan reformasi sosial pada abad ke-18 di Amerika.
Ezra Tari
Pengkhotbah dituntut untuk mengekspos berita yang ada dalam teks Alkitab, tanpa menggali lebih dalam tentang Firman Tuhan maka Firman yang disampaikan itu tidak jelas kepada pendengarnya. Seorang pengkhotbah harus memahami konteks Alkitab serta menghidupi akan Firman itu serta memiliki pengalaman dalam bergaul dengan Allah. Sebab pesan yang disampaikan pengkhotbah bukanlah berpidato melainkan menyampaikan maksud Allah kepada manusia.
2. Dalam berkhotbah pekerjaan berikut yang harus dilakukan oleh seorang pengkhotbah adalah menentukan ide berkhotbah. Ide besar yang dipilih harus bersifat tunggal di mana ide adalah saringan kehidupan yang mengiktisarkan hal-hal khusus dari pengalaman yang sama dalam hal-hal tersebut dan saling berhubungan. Dalam menentukan sebuah ide, kita harus tahu apa yang seharusnya kita bicarakan. Dan juga tentang apa yang sedang saya katakan, hal-hal inilah yang harus diperhatikan dalam menentukan ide tunggal untuk menentukan apa yang seharusnya disampaikan kepada jemaat.
3. Hal yang tidak kalah pentingnya dalam berkhotbah adalah memilih nukilan atau teks Alkitab. Salah satu hal yang rumit dalam pikiran pengkhotbh adalah memilih nukilan atau teks Alkitab. Seorang pengkhotbah harus merumuskan apa yang harus ia sampaikan selama satu tahun.
4. Prinsip berikut yang harus dipatuhi oleh seorang pengkhotbah adalah mempelajari nukilan atau teks alkitab dan menngumpulkan catatan hasil penyelidikan alkitab. Mencari tahu sejarah, penulisan serta latar belakang nukilan melalui sarana seperti konteks lalu dan masa kini, konkordansi, studi kritis dan tafsiran.
5. Sementara mempelajari nukilan atau teks yang telah dipilih, maka seorang pengkhotbah harus menghubungkan dengan bagian-bagian dalam teks untuk menentukan ide yang dieksegese dan yang telah dikembangkan. Dari hasil studi tersebut maka ada dua hal yang perlu dikerjakan yakni: ide itu menyatakan suatu nukilan yang berkalimat tunggal yang menggabungkan subjek dan komplemen, kedua: menguraikan perkembangan ide dari nukilan tersebut.
6. Setelah menemukan ide yang telah dikembangkan dari ide tunggal yang berasal dari nukilan. Maka ide tersebut dimasukkan dalam tiga ide pengembang. Ide pengembang pertama adalah: apakah ini artinya? Menggali penjelasan, benarkah itu? Menggali keabsahan sebuah teks, dan apa bedanya? Menggali implikasi dan penerapan.
7. Mengenal konteks pendengar kita yang memilii pengalaman dan pengetahuan, maka hal berikut yang harus dipikirkan adalah memiirkan ide hasil eksegese kita dan menyatakan dengan kalimat yang singkat dan beride tunggal.
8. Setelah menentukan kalimat singkat ide tersebut, maka kita mennetukan tujuan khotbah. Tujuan khotbah yang dinyatakan harus mampu diamati dan nilai dengan baik. Tujuan pengkhotbah adalah apa yang diharapkan terjadi pada pendengar sebagai hasil setelah mendengarkan khotbah. Tujuan khotbah terdiri atas, pengajaran doktrin, membuktikan kesalahan dalam perbuatan, memperbaiki kesalahan dan mendidik orang dalam kebenaran. Tujuan yang disampaikan harus bersifat efektif dan mampu mencapai sasaran dengan tepat.
9. Hal berikut yang harus dipegang adalah mempertanyakan bagaimana ide itu harus dipegang untuk menyelesaikan tujuan dalam berkhotbah?.
Setelah menyempurnakan ide yang dikembangkan dalam berkhotbah, maka pekerjaan berikut adalah membuat kerangka khotbah.
- Transisi maksudnya memberi tahu pendengar bahwa pengkhotbah masih terus melanjutkan khotbahnya yakni menyatakan langsung hubungan logis atau psikologis antara pendahuluan dengan isi, poin-poin didalam isi dan kesimpulan.
- Setelah membuat kerangka berkhotbah maka langkah berikut adalah mengisi kerangka khotbah dengan materi-materi pendukung yang menjelaskan, menerapkan, atau menguatkan poin-poin.
- Setelah menyelesaikan penulisan tersebut maka perkerjaan yang berikut adalah menyiapkan pengantar dan penutup khotbah.
Beberapa hal diperhatikan dalam pendahuluan adalah menarik perhatian terhadap ide, membangkitkan kebutuhan, memberikan orientasi kepada jemaat pada bagian isi khotbah perkembangannya.
Prinsip berkhotbah berikut yang diperhatikan adalah gaya berkhotbah atau pemikiran pengkhotbah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengkhotbah dalam menyampaikan khotbahnya adalah memperhatikan bahasa yang dipakai, memperlajari bagaimana orang lain menggunakan bahasa, dan membaca dengan nyaring.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkhotbah supaya jemaat mau mendengarkannya. Dandanan rambut dan pakaian, jemaat merasa nyaman dengan gaya berbusana pengkhotbah serta rambutnya. Membiarkan gerakan tubuhnya bergerak dengan rileks tanpa beban. Menjaga kontak mata dengan pendengar, penyampaian suara, penekanan, tempo, jeda. Hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah umpan balik. Membuat kaset untuk dikritis jemaat untuk menambah wawasan serta efektivitas kerja kita.
Perry Miller berkata, "Ketika ia membuka mulutnya, ia membidikkan sebuah senjata. Ketika ia berbicara, bombardir dimulai. Lebih dari setengah juta orang telah berubah selama pelayanannya. Ia menyebarkan sebuah kebangunan rohani yang telah mengubah sejarah." Kebangunan rohani pada tahun 1830 di Rochester, New York, yang dipimpinnya, membuatnya dikenal sebagai tokoh kebangunan rohani Amerika. Selama masa kebangunan rohani, tindakan Finney yang paling kontroversial adalah mengizinkan wanita untuk memimpin doa selama pertemuan ibadah, menyerukan nama-nama orang berdosa ketika berkhotbah, mereka ditempatkan di depan dan duduk di "bangku kerinduan" agar dapat didoakan, mengadakan pertemuan-pertemuan panjang tanpa perencanaan, dan mengajarkan kemungkinan pemberantasan dosa secara pribadi maupun dalam masyarakat. Finney juga termasuk tokoh yang berjuang untuk penghapusan perbudakan, minuman keras, dan pakaian yang berlebih-lebihan di Amerika Serikat. Khotbah-khotbah ini menjadi alasan isu gerakan reformasi sosial pada abad ke-18 di Amerika.
Ezra Tari
Apakah Etika itu?
APAKAH ETIKA ITU?
Pendahuluan
Dalam dunia yang serba majemuk dan serba cepat ini, manusia setiap hari harus mengambil bermacam-macam keputusan ada yang rutin dan sifatnya sangat menentukan, yang menyangkut bukan hanya pribadinya saja tetapi juga orang-orang lain, yang dalam situasi-situasi tertentu harus menentukan sikap atau tidak. Dan sebeum diputuskan, pertanyaan yang muncul adalah: apakah tindaknan tersebut benar atau salah. Dan bahkan sering dalam sering dalam keadaan seperti ini hati nuranilah yang sering sebagai penentu pengambilan sebuah keputusan, karena sebagian orang menyakini bahwa hati nurani adalah suara dari Sang Ilahi. Akan tetapi perlu diingat bahwa hati nurani seseorang tidak begitu ada dengan sendirinya ketika seseorang dilahirkan, melainkan bertumbuh sesuai dengan kepribadian sesuai dengan kepribadian seseorang. Bertumbuh dalam ini berarti seiring bertambahnyaq pemikiran seseorang seiring dengan itu juga dia semakin mampu menyikapi masalah yang terjadi di sekitarnya. Artinya seseorang perlu memperdalam hikmat dan pengetahuannya untuk mencapai kebenaran yang ideal, agar melalui itu pula hati nurani mendapat pencerahan terutama dalam pengambilan keputusan-keputusan etis.
Pembahasan
Etika dan Moral
Etika berrti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan, ilmu tentang adat kebiasaan (Yunani: ta etha (jamak), adat kebiasaan). Sementara moral (Latin: mores (jamak), kebiasaan adat. Secara etimologi sama saja. Etika barulah menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (baik dan buruk) diterima dalam suatu masyarakat. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.
1. Amoral dan immoral
Inggris: tidak berhubungan dengan konteks moral, etis, non moral = immoral.
2. Etika dan etiket
Etika= moral (absolut), etiket= sopan santun relative). Secara asal-usul tidak ada hubungan
Etika sebagai cabang ilmu filsafat
• Moralitas: dan ciri khas manusia
Moralitas selalu mengandaikan adanya kebebasan
• Etika: ilmu tentang moralitas – yang menyelidiki tingkah laku moral
i) Etika deskriptif
ii) Etika normative
iii) Metaetika (Yunani: melebihi, melampaui. Bahasa ucapan-ucapan etis (etika analitis)
Studi moralitas dapat dibedakan atas dua hal yakni non-filosofis dan filosofis
• Hakekat etika filosofis
Etika dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis metodis dan sistematis tentang tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma, dalam hal ini etika merupakan cabang ilmu dan memang merupakan cabang filsafat yang paling tua.
Pengetahuan yang benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar pula (intelektualisme etis) bergerak di bidang intelektual tetapi objeknya langsung berkaitan dengan praktek kehidupan kita.
Peranan etika dalam dunia modern
Peranan kehadiran etika dalam dunia modern adalah terciptanya pluralisme moral.
Moral dan agama
Bahwa moral sering ditentukan berdasarkan keyakinan agama. Kesalahan moral adalah sebuah konsekuensi rasional.
Moral dan hukum
Undang-undang tidak berarti tanpa moralitas, tetapi bahwa hukum dan moral harus dibedakan; hukum berlaku untuk hal yang lahiriah saja, sementara moral menilai hukum tetapi tidak sebaliklnya.
Pengertian etika
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Namun perlu diingat bahwa tidak semua yang “benar “, “baik” dan “tepat”, mempunyai sangkaut-paut dengan etika.
Perkembangan definisi etika
Berangkat dari pendapat Thrasymachus bahwa keadilan adalah demi kepentingan kelompok yang lebih kuat; yang kuat yang benar (might is right). Selajutnya teori etika lainnya berpendapat bahwa etika berkenaan dengan etnik. Moral yang benar adalah apa yuang dikatakan masyarakat sebagai yang benar. Kemudian Protagoras berpendapat bahwa manusia adalah tolak ukur segala sesuatu. Namun pada perkembangan berikutnya untuk menangkal penadapat itu mengajukan usulan bahwa umat manusia merupakan dasar kebenaran; umat manusia adalah tolak ukur dari segala sesuatu. Aristoteles berteori bahwa moralitas ditemukan dalam keseimbangan. Kebenaran adalah apa yang dikehendaki untuk kebaikannya sendiri. Di kemudian hari Epicurean – hedonis – berpaham bahwa yang membawa kenikmatan secara moral benar, yang membawa kesakitan secara moral salah. Dari pihak Utuilitarianis menganut paham bahwa kebenaran moral berkenaan dengan apa yang membawa kebaikan yang terbesar bagi orang terbanyak dalam jangka panjang. Selanjutnhya muncul lagi penadap bahwa pada dasarnya kebenaran tidak dapat ditentukan. Hingga tiba pada alternanatif final yakni bahwa kebaikan adalah apa yang Allah kehendaki baik.
Etika berbicara tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Tetapi: tdak semua yang harus dilakukan oleh manusia itu adalah persoalan etika. Yang seharusnya di dalam etika adalah: yang benar, yang baik dan yang tepat.
Refleksi pribadi
Etika Protestan bertitik tolak pada Hukum Kasih.
Tujuan mempelajari etika
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
Yulianus Tandisau
Pendahuluan
Dalam dunia yang serba majemuk dan serba cepat ini, manusia setiap hari harus mengambil bermacam-macam keputusan ada yang rutin dan sifatnya sangat menentukan, yang menyangkut bukan hanya pribadinya saja tetapi juga orang-orang lain, yang dalam situasi-situasi tertentu harus menentukan sikap atau tidak. Dan sebeum diputuskan, pertanyaan yang muncul adalah: apakah tindaknan tersebut benar atau salah. Dan bahkan sering dalam sering dalam keadaan seperti ini hati nuranilah yang sering sebagai penentu pengambilan sebuah keputusan, karena sebagian orang menyakini bahwa hati nurani adalah suara dari Sang Ilahi. Akan tetapi perlu diingat bahwa hati nurani seseorang tidak begitu ada dengan sendirinya ketika seseorang dilahirkan, melainkan bertumbuh sesuai dengan kepribadian sesuai dengan kepribadian seseorang. Bertumbuh dalam ini berarti seiring bertambahnyaq pemikiran seseorang seiring dengan itu juga dia semakin mampu menyikapi masalah yang terjadi di sekitarnya. Artinya seseorang perlu memperdalam hikmat dan pengetahuannya untuk mencapai kebenaran yang ideal, agar melalui itu pula hati nurani mendapat pencerahan terutama dalam pengambilan keputusan-keputusan etis.
Pembahasan
Etika dan Moral
Etika berrti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan, ilmu tentang adat kebiasaan (Yunani: ta etha (jamak), adat kebiasaan). Sementara moral (Latin: mores (jamak), kebiasaan adat. Secara etimologi sama saja. Etika barulah menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (baik dan buruk) diterima dalam suatu masyarakat. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.
1. Amoral dan immoral
Inggris: tidak berhubungan dengan konteks moral, etis, non moral = immoral.
2. Etika dan etiket
Etika= moral (absolut), etiket= sopan santun relative). Secara asal-usul tidak ada hubungan
Etika sebagai cabang ilmu filsafat
• Moralitas: dan ciri khas manusia
Moralitas selalu mengandaikan adanya kebebasan
• Etika: ilmu tentang moralitas – yang menyelidiki tingkah laku moral
i) Etika deskriptif
ii) Etika normative
iii) Metaetika (Yunani: melebihi, melampaui. Bahasa ucapan-ucapan etis (etika analitis)
Studi moralitas dapat dibedakan atas dua hal yakni non-filosofis dan filosofis
• Hakekat etika filosofis
Etika dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis metodis dan sistematis tentang tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma, dalam hal ini etika merupakan cabang ilmu dan memang merupakan cabang filsafat yang paling tua.
Pengetahuan yang benar tentang bidang etis secara otomatis akan disusul oleh perilaku yang benar pula (intelektualisme etis) bergerak di bidang intelektual tetapi objeknya langsung berkaitan dengan praktek kehidupan kita.
Peranan etika dalam dunia modern
Peranan kehadiran etika dalam dunia modern adalah terciptanya pluralisme moral.
Moral dan agama
Bahwa moral sering ditentukan berdasarkan keyakinan agama. Kesalahan moral adalah sebuah konsekuensi rasional.
Moral dan hukum
Undang-undang tidak berarti tanpa moralitas, tetapi bahwa hukum dan moral harus dibedakan; hukum berlaku untuk hal yang lahiriah saja, sementara moral menilai hukum tetapi tidak sebaliklnya.
Pengertian etika
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Namun perlu diingat bahwa tidak semua yang “benar “, “baik” dan “tepat”, mempunyai sangkaut-paut dengan etika.
Perkembangan definisi etika
Berangkat dari pendapat Thrasymachus bahwa keadilan adalah demi kepentingan kelompok yang lebih kuat; yang kuat yang benar (might is right). Selajutnya teori etika lainnya berpendapat bahwa etika berkenaan dengan etnik. Moral yang benar adalah apa yuang dikatakan masyarakat sebagai yang benar. Kemudian Protagoras berpendapat bahwa manusia adalah tolak ukur segala sesuatu. Namun pada perkembangan berikutnya untuk menangkal penadapat itu mengajukan usulan bahwa umat manusia merupakan dasar kebenaran; umat manusia adalah tolak ukur dari segala sesuatu. Aristoteles berteori bahwa moralitas ditemukan dalam keseimbangan. Kebenaran adalah apa yang dikehendaki untuk kebaikannya sendiri. Di kemudian hari Epicurean – hedonis – berpaham bahwa yang membawa kenikmatan secara moral benar, yang membawa kesakitan secara moral salah. Dari pihak Utuilitarianis menganut paham bahwa kebenaran moral berkenaan dengan apa yang membawa kebaikan yang terbesar bagi orang terbanyak dalam jangka panjang. Selanjutnhya muncul lagi penadap bahwa pada dasarnya kebenaran tidak dapat ditentukan. Hingga tiba pada alternanatif final yakni bahwa kebaikan adalah apa yang Allah kehendaki baik.
Etika berbicara tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Tetapi: tdak semua yang harus dilakukan oleh manusia itu adalah persoalan etika. Yang seharusnya di dalam etika adalah: yang benar, yang baik dan yang tepat.
Refleksi pribadi
Etika Protestan bertitik tolak pada Hukum Kasih.
Tujuan mempelajari etika
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
Yulianus Tandisau
Langganan:
Postingan (Atom)